Modus operandi para pelaku perkara perdagangan warga dan bayi ini terbilang keji serta sangat beragam. Seringkali, mereka menggunakan cara dengan menargetkan ibu-ibu memiliki kondisi ekonomi rendah atau wanita muda yang belum menikah. Komplotan itu kemudian menawarkan sejumlah uang atau janji manis